Edit Berita
Form Edit Berita
Judul Berita
Isi / Uraian Berita
Menurut Yuke, penyiagaan tim di masing-masing wilayah harus memastikan rumah pompa berfungsi secara optimal. Sehingga pencegahan banjir dapat tertangani dengan tepat dan efisien. “Petugas-petugasnya harus siaga dan sigap, jangan sampai nanti libur tahun baru pada nggak ada,” ujar Yuke, Selasa (30/12). Berdasarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), mengeluarkan peringatan dini prakiraan cuaca ekstrem di DKI Jakarta menimbang curah hujan tinggi dan angin kencang. Kondisi cuaca demikian berpotensi terjadi genangan air atau banjir lokal yang berlangsung pada akhir 2025 hingga 2026. “Tim yang bertugas harus standby melakukan pengecekan secara berkala rumah pompa, jangan sampai ada kendala pada saat dibutuhkan,” tambah dia. Selain itu, Yuke meminta Dinas Sumber Daya Air (SDA) mengecek secara berkala tanggul dan turap di daerah aliran sungai (DAS) Sungai Ciliwung. Sebab area tersebut merupakan wilayah rawan longsor. “Harus dicek antisipasinya seperti apa, mungkin harus bisa diturap sementara. Karena ngeri kalau misalnya tiba-tiba longsor,” kata Yuke. Meski demikian, Yuke menyadari Pemprov DKI Jakarta telah berupaya memaksimalkan seluruh infrastruktur kota mengantisipasi dampak cuaca ekstrem. Salah satunya dengan menyiagakan ribuan pompa yang berada di berbagai lokasi strategis. Ia berharap, seluruh tim yang bertugas dapat bekerja secara optimal sesuai dengan Instruksi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. “Petugas harus standby, alat-alatnya harus siap-siaga, semoga-semoga ini semua sudah menjadi concernnya pak gubernur,” pungkas dia.
Ditulis Oleh
Ganti Gambar (opsional)
Gambar Saat Ini
Update Berita
Kembali